Senin, 07 Desember 2015

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi merupakan suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain. Sistem makna ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Apakah Organisasi Mempunyai Budaya yang Seragam ?
Budaya adalah sebuah sistem makna bersama. Karena itu, harapan yang dibangun disini adalah bahwa individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda atau berada di tingkatanyang tidak sama dalam organisasi akan memahami budaya organisasi dengan pengertian yang serupa.
  • Budaya Dominan : mengungkapkan nilai-nilai inti yang dimiliki bersama oleh mayoritas anggota organisasi.
  • Subbudaya :  Cenderung berkembang dalam organisasi besar untuk merefleksikan masalah, situasi, atau pengalaman yang sama yang dihadapi para anggota.
  • Nilai Inti : Nilai pokok yang diterima oleh semua orang yang berada di dalam organisasi.
Karakteristik Budaya Organisasi
  1.   Inovasi dan Pengambilan Resiko : Seberapa jauh karyawan didorong agar menjadi inovatif dan mampu mengambil resiko.
  2. Perhatian Terhadap Detail : Sejauh mana karyawan diharapkan dapat memperlihatkan kecermatan, analisis, dan perhatian terhadap detail.
  3. Orientasi Hasil : Sejauh mana manajemen memusatkan perhatian pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
  4. Orientasi Orang : Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan dampak hasil-hasil terhadap orang-orang di dalam organisasi tersebut.
  5. Orientasi Tim : Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan berdasarkan tim, bukannya berdasarkan individu
  6. Keagresifan : Sejauh mana orang-orang di dalam organisasi tersebut agresif dan kompetitif bukannya bersantai-santai.
  7. Stabilitas : Sejauh mana kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo bukannya pertumbuhan
Fungsi Organisasi
  • Batas : Budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.
  • Identitas : Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi
  • Komitmen : Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu
  • Stabilitas : Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya merupakan perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dilakukan karyawan.
Budaya Sebagai Suatu Beban
  • Hambatan terhadap perubahan :  Budaya menjadi beban jika nilai-nilai yang dimiliki bersama tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Konsistensi perilaku merupakan aset bagi organisasi bila organisasi tersebut menghadapi lingkungan yang stabil tetapi konsistensi dapat membebani organisasi itu dan membuatnya kesulitan dalam menanggapi perubahan-perubahan di lingkungannya.
  • Hambatan terhadap keanekaragaman : Perusahaan merekrut karyawan baru dengan ras, usia, dan jenis kelamin yang berbeda-beda dan perbedaan lainnya yang tidak sama dengan mayoritas anggota organisasi lain. Manajemen menginginkan karyawan baru menerima nilai budaya inti organisasi. Budaya yang kuat sangat menekankan para karyawan untuk menyesuaikan diri.
  • Hambatan terhadap merger dan akuisisi : Faktor utama yang diperhatikan manajemen ketika membuat keputusan merger atau akuisisi terkait dengan isu keuntungan finansial atau sinergi produk dan juga kesesuaian budaya.
Bagaimana Karyawan Mempelajari Budaya 
  1. Ritual : Deretan kegiatan berulang yang mengungkapkan dan memperkuat nilai-nilai utama organisasi.
  2. Simbol Material : Simbol- simbol material seperti seragam, ruang kantor, dan atributr fisik yang harus diperhatikan sebab dengan simbol itulah dapat dengan mudah diidentifikasi bagaimana nilai, keyakinan, norma dan berbagai hal lain itu menjadi milik bersama dan dipatuhi anggota organisasi.
  3. Bahas : Salah satu media terpenting untuk mentransformasikan nilai. Dalam suatui organisasi atau perusahaan memiliki bahasa yang khas, yang terkadang hanya dipahami oleh kalangan itu sendiri
  4. Cerita : Cerita mengenai bagaimana kerasnya perjuangan pendiri organisasi untuk memulai usahanya sehingga kemudian menjadi maju seperti sekarang merupakan hal yang baik untuk disebarluaskan. Bagaimana sejarah pasang-surut organisasi dan bagaimana perusahaan mengatasi kemelut dalam situasi tak menentu.

Senin, 30 November 2015

Konflik dan Negoisasi

KONFLIK


Konflik merupakan suatu proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Menurut Robbin konflik dibagi menjadi 3 pandangan :

  1. Pandangan Tradisional : Pandangan ini menyatakan bahwa konflik merupakan hal yang buruk, negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik ini merupakan hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan terhadap orang lain, dan kegagalan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
  2. Pandangan Hubungan Manusia : Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi di dalam organisasi dan tidak dapat dihindari, karena di dalam suatu organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat antar anggota.
  3. Pandangan Interaksionis : Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik, hal tersebut disebabkan suatu organisasi yang tenang dan damai cenderung menjadi statis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. 
Jenis-jenis konflik :
  • Konflik Tugas : Berkaitan dengan tujuan pekerjaan
  • Konflik Hubungan : Berdasarkan dengan hubungan antar individu
  • Konflik Proses : Berdasarkan dengan bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan

Proses Konflik :
  • Tahap 1 Potensi Berlawanan atau Ketidakcocokan
    • Komunikasi : Kesulitan dalam mengartikan kata, kesalahpahaman, dan gangguan dalam komunikasi.
    • Struktur : Ukuran dan spesialisasi pekerjaan, kecocokan anggota atau tujuan, gaya kepemimpinan, sistem penghargaan, dan ketergantungan kelompok.
    • Variabel Pribadi : Perbedaan sistem penilaian individu dan tipe kepribadian
  • Tahap 2 : Kognisi dan Personalisasi
    • Konflik yang dipersepsikan : Kesadaran oleh satu atau lebih pihak mengenai kondisi yang menciptakan kesempatan tumbuhnya konflik
    • Konflik yang dirasakan : Keterlibatan emosional dalam suatu konflik yang menciptakan kegelisahan, ketegangan, dan permusuhan
  • Tahap 3 : Maksud
    • Kompetisi 
    • Kolaborasi 
    • Kompromi 
    • Menghindar
    • Akomodasi
  • Tahap 4 : Perilaku
    • Konflik Terbuka : Perilaku satu pihak dan reaksi pihak lain
    • Manajemen Konflik : Penggunaan teknik-teknik resolusi dan stimulasi untuk meraih level konflik yang diinginkan.
      • Teknik Manajemen Konflik :
        • Konflik itu sendiri
        • Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya
        • Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik
        • Pentingnya isu yang menimbulkan konflik
        • Ketersediaan waktu dan tenaga
  • Tahap 5 : Hasil/Akibat
    • Hasil Fungsional :
      • Meningkatkan kinerja kelompok
      • Memperbaiki kualitas keputusan
      • Merangsang kreativitas dan inovasi
      • Mendorong minat dan keingintahuan
      • Penyediaan sarana untuk penyelesaian masalah
      • Menciptakan lingkungan untuk evaluasi diri dan perubahan
    • Hasil Disfungsional
      • Meningkatkan ketidakpuasan
      • Menurunkan Keefektifan kelompok
      • Menghambat komunikasi
      • Menurunkan kepaduan kelompok
      • Pertengkaran antara anggota kelompok

NEGOSIASI



Negosiasi merupakan suatu proses dimana dua pihak atau lebih saling bertukar barang atau jasa dan mencoba menyepakati nilai tukar barang dan jasa tersebut.
Proses Negosiasi :
  1. Persiapan dan Perencanaan
  2. Penentuan Aturan Dasar
  3. Klarifikasi dan Justifikasi
  4. Negosiasi dan Pemecahan Masalah
  5. Penutupan dan Implementasi
Strategi Negosiasi :
  • Tawar-Menawar Distributif : Perundingan yang berusaha membagi sumber daya yang jumlahnya tetap; situasi menang-kalah
  • Tawar-Menawar Integratif : Perundingan yang mencari penyelesaian yang dapat menciptakan situasi saling menguntungkan atau situasi menang-menang
Isu-isu Negosiasi :
  • Peranan suasana hati dan kepribadian dalam negosiasi
  • Perbedaan jenis kelamin dalam negosiasi
  • Perbedaan Kebudayaan
Perundingan Pihak Ketiga
  1. Mediator : Pihak ketiga yang bersifat netral, menggunakan penalaran, dan memberi saran sebagai alternatif
  2. Arbitrator : Pihak ketiga yang memiliki kewenangan untuk memaksakan kesepakatan, dibanding dengan mediator, arbitrator selalu menghasilkan penyelesaian
  3. Konsiliasi : Pihak yang dipercayai untuk menjembatani proses komunikasi antara pihak-pihak yang bersitegang
  4. Konsultan : Pihak ketiga yang tidak memihak, memiliki keterampilan penyelesaian konflik, berupaya memfasilitasi pemecahan permasalahan melalui komunikasi dan analisis

Senin, 23 November 2015

Kepemimpinan dan Kekuasaan dan politik

KEPEMIMPINAN


Dalam suatu organisasi dibutuhkan seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan? Kepemimpinan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok atau organisasi untuk mencapai suatu visi atau serangkaian tujuan tertentu. Kepemimpinan terdiri dari beberapa teori, yaitu sebagai berikut :
  1. Teori Sifat : berdasarkan kualitas dan karakteristik individu yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin
  2. Teori Perilaku : berdasarkan perilaku spesifik yang dimiliki individu untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin
  3. Teori Kontingensi, teori ini dibagi kedalam beberapa model, yaitu sebagai berikut :
    1. Model Fiedler : Kerja yang efektif tergantung pada gaya kepemimpinan dan situasi yang mendukung. Situasi terdiri dari 3 dimensi, yaitu Hubungan pemimpin-anggota, struktur tugas, dan kekuatan posisi.
    2. Teori kepemimpinan situasional : teori ini fokus pada pengikut
    3. Teori jalur tujuan : teori ini tergantung dari bagaimana pemimpin memberi arahan, motivasi, dan bantuan pada pengikutnya untuk mencapai tujuan
    4. Model pemimpin partisipasi : hubungan antara perilaku kepemimpinan dengan partisipasi
  4. Teori Pertukaran Pemimpin-Anggota : hubungan antara pimpinan dan bawahan yang terlibat dalam proses perundingan bersama dan akhirnya mereka telah menenetukan peran yang harus diisi oleh masing-masing pihak serta terus berhubungan antara satu dengan yang lainnya
  5. Teori Kepemimpinan Kontemporer
    1. Kepemimpinan Karismatik : pengikut membuat atribut pahlawan ketika mengamati perilaku tertentu dan cenderung memberikan kekuasaan pada pemimpin
    2. Kepemimpinan Transformasional : pemimpin membuat para pengikut menjadi lebih peka terhadap nilai dan pentingnya pekerjaan dan menyebabkan para pengikut lebih mementingkan organisas
    3. Kepemimpinan yang Autentik : fokus terhadap aspek moral pemimpin dan kepercayaan
Tantangan dalam kepemimpinan yaitu :
  • Kepemimpinan sebagai atribut
  • Substitusi dan menetralisas kepemimpinan
  • kepemimpinan secara online

KEKUASAAN DAN POLITIK


Kekuasaan adalah kapasitas A untuk mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh A. Berikut dasar atau sumber kekuasaan, yaitu :
  1. Kekuasaan Formal, didasarkan pada posisi individu dalam organisasi.
    1. Kekuasaan Paksaan : tergantung pada rasa takut seseorang yang terjadi apabila ia gagal
    2. Kekuasaan Imbalan : seseorang mematuhi pengarahan dari orang lain karena kepatuhan tersebut dapat menghasilkan manfaat yang positif. Imbalan dapat berupa kenaikan gaji, bonus, promosi.
    3. Kekuasaan Legitimasi : wewenang formal untuk mengendalikan dan menggunakan sumber daya organisasi.
  2. Kekuasaan Pribadi 
    1. Kekuasaan Keahlian : pengaruh yang berdasarkan atas keahlian, keterampilan istimewa, dan pengetahuan.
    2. Kekuasaan Rujukan : didasarkan pada identifikasi seseorang yang memiliki sumber daya atau ciri pribadi yang diinginkan orang lain. Kekuasaan rujukan berkembang dari rasa kagum seseorang terhadap orang lain dan ada keinginan untuk menjadi orang tersebut.
Kekuasaan Taktik merupakan cara individu dalam menerjemahkan kekuasaan dasar ke tindakan yang spesifik. Berikut 9 pengaruh taktik berbeda :
  • Legitimasi : mengandalkan posisi kewenangan seseorang
  • Bujukan yang rasional : menggunakan fakta dan data untuk membuat penyajian gagasan yang rasional
  • Daya tarik yang menjadi sumber informasi :pemimpin membuat usulan yang membangkitkan entusiasme pengikut dengan menunjuk pada nilai, ide, dan aspirasi pengikut 
  • Konsultasi : melibatkan pengikut untuk memutuskan bagaimana rencana atau perubahan akan dilakukan
  • Pertukaran : memberikan imbalan kepada pengikut sebagai balasan karena mau membantu pencapaian tugas
  • Daya tarik pribadi : pemimpin menggunakan perasaan pengikut mengenai kesetiaan dan persahabatan terhadap dirinya ketika meminta sesuatu
  • Menjilat : pemimpin menggunakan pujian, rayuan, dan bersikap bersahabat kepada pengikut
  • Tekanan : menggunakan ancaman, atau peringatan terus menerus untuk mempengaruhi pengikut untuk melakukan apa yang diinginkan
  • Koalisi : mendapat dukungan dari orang lain di dalam organisasi sebagai suatu alasan bagi pengikut untuk menyetujuinya
Politik merupakan kegiatan dimana individu atau kelompok yang terlibat sedemikian rupa guna memperoleh dan menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingannya sendiri. Berikut cara orang dalam memberikan tanggapan terhadap politik :
  • Lingkungan kerja yang berpolitik tidak adil akan menurunkan motivasi
  • Jika pemahaman politik rendah, individu cenderung menganggap politik sebagai ancaman
  • Jika pekerja memandang politik sebagai sebuah ancaman, mereka akan memberikan tanggapan dengan perilaku defensif.
Perilaku defensif adalah perilaku untuk menghindari tindakan penyalahan atau perubahan.

Senin, 16 November 2015

Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain. Menurut William F.Glueck komunikasi terdiri dari 2 bentuk, yaitu :
  • Interpersonal Communication (Komunikasi Antarpribadi) merupakan proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih dalam suatu kelompok.
  • Organization Communication (Komunikasi Organisasi) merupakan proses dimana seseorang memberikan informasi dan memindahkan pengertian kepada orang yang banyak dalam suatu organisasi, individu, dan lembaga-lembaga di luar.
Komunikasi memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut :
  • Sebagai kendali, maksudnya komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku orang lain atau anggota dalam beberapa cara yang harus dipatuhi
  • Sebagai motivasi, komunikasi memberikan perkembangan dalam memotivasi dengan memberikan penjelasan hal-hal dalam kehidupan kita
  • Sebagai pengungkapan emosional, komunikasi memiliki peranan dalam mengungkapkan perasaan-perasaan terhadap orang lain
  • Sebagai informasi, komunikasi memberikan informasi yang diperlukan setiap individu dan kelompok dalam mengambil keputusan
Komunikasi itu penting, setiap orang memiliki cara penyampaian komunikasi yang berbeda-beda. Kita tidak bisa membeda-bedakan suku, agama, adat, bahasa, dan tradisi karena komunikasi pada dasarnya menyampaikan pesan dengan baik dan benar, pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik. berikut proses komunikasi.

  • Sender :  seseorang yang memiliki informasi untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. 
  • Encoding : Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh penerima pesan.
  • Media : Alat untuk menyampaikan pesan.
  • Decoding : Simbol/kode dari pesan tersebut diartikan sehingga dapat dimengerti dan dipahami.
  • Receiver : Orang yang menerima pesan dari pengirim 
  • Feedback : Tanggapan yang diberikan penerima pesan kepada pengirim
  • Noise : Hal yang menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya
Hambatan dalam komunikasi:
  • Penyaringan
  • Persepsi selektif
  • Kelebihan informasi
  • Emosi
  • Bahasa
  • Diam
  • Takut dalam berkomunikasi
  • Berbohong

Komunikasi Efektif
>> Merupakan komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi. 
Tujuan komunikasi efektif adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pengirim dan penerima pesan sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas, dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima pesan.
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila:

  • Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
  • Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti.
  • Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim
Kesimpulan dan saran :
Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain. Proses komunikasi terdiri dari sender, encoding, media, decoding, receiver, noise, dan feedback. Dalam komunikasi pastilah ada hambatan-hambatannya yaitu penyaringan, persepsi selektif, kelebihan informasi, emosi, bahasa, diam, takut dalam berkomunikasi, dan berbohong.
Agar komunikasi yang terjalin dapat berjalan dengan baik sebaiknya hambatan-hambatan dalam berkomunikasi dapat dihindarkan dan penerima informasi memberikan feedback terhadap pengirim sehingga komunikasi yang efektif dapat terlaksana.

Minggu, 25 Oktober 2015

Komunikasi

Komunikasi sangat dibutuhkan manusia untuk menjalani kehidupan sehari-harinya, seperti di perusahaan tanpa adanya komunikasi antara manajer dengan bawahan maka perusahaan tersebut mungkin tidak dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan adanya komunikasi, maka kesalahpahaman antara pihak satu dengan pihak lain dapat diminimalisir bahkan tidak akan ada kesalahpahaman. Apa itu komunikasi?


Menurut Ruben dan Steward, Komunikasi merupakan suatu proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Di dalam kehidupannya sehari-hari manusia berkomunikasi secara verbal dan non-verbal.
  • Komunikasi Verbal merupakan bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis atau lisan. Ide-ide, pemikiran atau keputusan lebih mudah disampaikan secara verbal dibandingkan non-verbal. Dengan harapan pendengar dapat lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan. Contoh : Seorang dosen yang memberikan kuliah kepada mahasiswanya baik secara lisan maupun dengan media seperti proyektor atau gambar.
  • Komunikasi Non-verbal merupakan proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi non-verbal ialah :
    • Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.
    • Gerakan tubuh, dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan,
    • Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.
    •  Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).

Fungsi komunikasi secara umum, yaitu :
  1.  Menyampaikan pikiran atau perasaan
  2. Mengajarkan atau memberitahukan sesuatu
  3. Mengetahui atau mempelajari dari peristiwa di lingkungan
  4. mengenal diri sendiri
  5. Menambah pengetahuan dan merubah sikap serta perilaku kebiasaan 
Kesimpulan dan saran :
Komunikasi merupakan suatu proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Di dalam kehidupannya sehari-hari manusia berkomunikasi secara verbal yaitu komunikasi yang disampaikan secara tertulis atau lisan dan non-verbal yaitu komunikasi yang disampaikan tanpa menggunakan kata-kata, seperti sentuhan, gerakan tubuh, vokalik, dan kronemik.

Selasa, 13 Oktober 2015

Kelompok

Dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam suatu organisasi akan lebih mudah menyelesaikan suatu hal dengan berkelompok. Grup atau Kelompok merupakan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama.


Berikut klasifikasi Grup/Kelompok :
  1. Formal Group atau Kelompok Formal, yaitu dimana organisasi menetapkan kelompok berdasarkan pengerjaan tugas-tugas dan hasilnya. Kelompok Formal merupakan suatu organisasi resmi. Contoh kelompok formal adalah kelompok kerja, departemen kecil, dan tim proyek. Kelompok formal dibagi menjadi 2, yaitu Command Group dan Task Group. 
    1. Command Group (Kelompok Komando) merupakan kelompok yang terbentuk untuk mempertanggung jawabkan pekerjaannya kepada manajer. 
    2. Task Group (Kelompok Tugas) merupakan individu-individu yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas tertentu, contoh : panitia lomba.
  2. Informal Group atau Kelompok Informal, yaitu suatu organisasi yang tidak resmi, kelompok ini terbentuk karena adanya pertemuan yang berulang kali, dimana anggotanya terdiri atas orang-orang yang memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama. Kelompok Informal dibagi menjadi 2, yaitu Interest Group dan Friendship Group. 
    1. Interest Group atau Kelompok Kepentingan merupakan kelompok yang terbentuk karena adanya kesamaan minat, contoh : para pecinta alam membentuk suatu komunitas untuk melakukan ekspedisi bersama dengan sesama pecinta alam. 
    2. Friendship Group atau Kelompok Persahabatan merupakan kelompok yang terbentuk karena adanya karakteristik yang sama, contoh : perkumpulan mahasiswa dari jawa tengah. 
Informal Group bisa saja suatu saat berubah menjadi formal group. Hal ini dapat dilakukan ketika informal group membentuk struktur yang jelas dan membuat aturan yang mengikat.

Kenapa orang bergabung dengan suatu kelompok?

  • Similarity, adanya kesamaan
  • Distinctiveness
  • Status
  • Uncertainty Reduction 

The Five Stages of Group Development



  1. Forming, pada tahap ini individu mulai menyadari adanya batasan dari tujuannya.
  2. Storming, mulai adanya konflik antara anggota kelompok.
  3. Norming, anggota kelompok telah membentuk hubungan yang dekat dan kekompakkan dengan anggota lain.
  4. Performing, kelompok sudah mulai berfungsi secara keseluruhan, sudah terdapat struktur dan pembagian kerja yang jelas.
  5. Adjourning, adanya adaptasi terhadap lingkungan yang berubah.

Senin, 05 Oktober 2015

Motivasi

Motivasi adalah suatu dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi sangat dibutuhkan seseorang dalam melakukan aktivitasnya. Misal, dalam dunia kerja seseorang dapat bekerja dengan baik apabila ia mendapatkan motivasi kerja yang baik pula. Sehubungan dengan dunia kerja, terdapat 2 jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.Motivasi ekstrinsik berhubungan dengan reward nyata seperti gaji, promosi, keamanan posisi, lingkungan kerja, dan kondisi kerja. Sedangkan motivasi intrinsik berhubungan dengan reward yang bersifat psikologis seperti kesempatan menggunakan kemampuan, rasa tertantang untuk berprestasi, menerima pujian, dan diperlakukan secara baik.
Business Excellence adalah mencapai keunggulan melalui keberhasilan integrasi dan penerapan berbagai inisiatif perbaikan yang berhubungan dengan organisasi perusahaan dan operasional organisasi yang unggul.
Berikut hal-hal yang berkontribusi dalam business excellence :
  • Social, berupa manfaat apa yang diberikan oleh perusahaan dalam lingkungannya.
  • Organization, perusahaan mampu membentuk organisasi yang efektif dan efisien dengan melihat keuntungan yang diperoleh, kepuasan pelanggan, sumber daya manusia, dan sistem yang dijalankan.
  • Team, bagaimana perusahaan mendorong timnya untuk bekerja secara kreatif dengan menciptakan lingkungan yang baik
  • Individual, setiap orang harus mampu berkomunikasi, bekerja sama, berprestasi, bertanggung jawab, dan mampu berkompetitif. Untuk memiliki sikap yang kompeten maka seorang individu harus memiliki attitude, skill, knowledge, dan talent
Kesimpulan dan Saran :
Motivasi adalah sebuah dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Seseorang yang termotivasi untuk bekerja dapat mencapai keunggulan melalui keberhasilan integrasi dan penerapan berbagai inisiatif perbaikan yang berhubungan dengan organisasi perusahaan dan operasional organisasi yang unggul yang disebut dengan business excellence.Untuk mencapai business excellence dibutuhkan peran social, organization, team dan individual. Oleh karena itu, seseorang harus memiliki motivasi yang tinggi agar tujuan yang diinginkannya dapat tercapai dan juga seseorang harus memperhatikan hal-hal apa saja yang berkontribusi dalam business excellence.