Minggu, 27 September 2015

Kepribadian dan Nilai


Setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing, tapi apa kalian tahu maksud dari kepribadian itu sendiri. Kepribadian sering kali diartikan sebagai karakteristik yang dimiliki seseorang. Namun, menurut psikolog kepribadian itu adalah pertumbuhan dan perkembangan sistem psikologi seseorang. Berikut 3 hal yang mempengaruhi kepribadian seseorang di dalam lingkungannya.
  1. Heredity, kepribadian seseorang dipengaruhi berdasarkan keturunan atau melalui orang tua.
  2. Environment, kepribadian seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, seperti sekolah, kantor, dan kampus.
  3. Convergen, kepribadian seseorang yang dipengaruhi oleh heredity dan environment.
Meskipun kepribadian berubah dari waktu ke waktu, ada kepribadian yang sifatnya menetap atau kekal yang dapat menggambarkan perilaku individu. Semakin konsisten dan sering munculnya kepribadian tersebut dalam berbagai situasi, maka akan semakin mendeskripsikan kepribadian seseorang. Berikut 2 pendekatan yang digunakan untuk mengklasifikasi dan mengindentifikasi kepribadian seseorang.
  1. Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), instrumen yang paling sering digunakan di dunia,instrumen ini berisi beberapa pertanyaan mengenai bagaimana individu bertindak dalam situasi tertentu. Berdasarkan jawaban yang diberikan pada tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik sebagai berikut :
    • Extravert VS Introvert, seseorang dengan karakteristik ekstravert biasanya mudah bergaul dan ramah, sedangkan karakteristik introvert biasanya pemalu dan pendiam.


    • Sensing VS Intuition, dalam menerima informasi individu dengan karakteristik sensing cenderung lebih fokus pada detail, sedangkan intuition cenderung melihat gambaran umum.

    •  Thinking VS Feeling, dalam pengambilan sebuah keputusan individu dengan karakteristik thinking cenderung menggunakan alasan dan logika, sedangkan feeling cenderung menggunakan nilai dan emosi pribadi mereka.

    • Judging VS Perceiving, individu dengan karakteristik judging lebih menyukai hal-hal yang telah direncanakan sebelumnya dan teratur, sedangkan perceiving biasanya melakukan hal secara spontan dan fleksibel.

        

       2. The Big Five Models
      • Extroversion, individu dengan karakter ekstroversi cenderung mudah bersosialisasi, hidup dalam berkelompok, dan tegas.
      • Agreeableness, individu dengan karakteristik ini mudah bersepakat, penuh kepercayaan, dan senang bekerja sama.
      • Conscientiousness, individu yang sangat berhati-hati, bertanggung jawab, dapat diandalkan, dan gigih.
      • Emotional Stability, individu dengan karakteristik ini cenderung lebih tenang, percaya diri, dan memiliki pendirian teguh.
      • Opennes to experience, individu yang cenderung kreatif, ingin tahu, dan sensitif.

      Kesimpulan dan Saran :
      Kepribadian adalah pertumbuhan dan perkembangan sistem psikologi seseorang. Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh heredity, environment, dan convergen. Ada 2 pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasikan kepribadian seseorang, yaitu MBTI dan The Big Five Models.

Senin, 21 September 2015

Bagaimana Manajer Mengelola SDM

Dalam suatu perusahaan peran manajer sangatlah penting untuk memimpin jalannya perusahaan agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Menurut Mintzberg, seorang manajer dalam menjalankan tugasnya seorang manajer harus memiliki beberapa peran berikut :
  • Interpersonal ~ memanajemen melalui orang lain. Interpersonal dibagi menjadi 3 peran, yaitu :
    • Figurehead, manajer dipandang sebagai pemimpin dan otoritas dalam perusahaan.
    • Leader, mampu bertanggung jawab dalam memberikan motivasi dan arahan kepada bawahannya.
    • Liaison, memiliki jaringan dari luar yang mampu memberikan bantuan dan informasi ke dalam perusahaan.
  • Informational ~ memanajemen melalui informasi. Informational ada 3 peran, yaitu ;
    • Monitor, menerima berbagai informasi dari dalam maupun luar organisasi.
    • Disseminator,manajer harus menyalurkan informasi yang ia terima dari luar organisasi dan informasi yang berasal dari bawahan maupun staf lainnya ke dalam organisasi yang ia pimpin.
    • Spokesperson, manajer menyampaikan informasi yang ia terima keluar lingkungan organisasi.
  • Decisional ~ membuat keputusan. Decisional ada 4 peran, yaitu :
    • Enterpreneur, manajer melihat peluang-peluang yang ada untuk meningkatkan organisasi dan mengadaptasinya untuk mengubah kondisi dalam organisasi.
    • Disturbance Handler, manajer mampu mengatasi tekanan dan gangguan yang terjadi di dalam organisasi.
    • Resources Allocator, manajer membuat atau menyetujui keputusan yang signifikan dalam organisasi mengenai sumber daya.
    • Negotiator, manajer bertanggung jawab untuk mewakili organisasi dalam bernegoisasi dengan pihak lain.
 Berikut ini 3 kemampuan yang harus dimiliki seorang manajer (essential management skills) :
  1. Tecnichal Skills, kemampuan manajer dalam menggunakan pengetahuan khusus dan keahlian yang dimilikinya di dalam organisasi.
  2. Human Skills, kemampuan manajer untuk bekerja dengan memahami dan memotivasi orang lain baik individu maupun kelompok.
  3. Conceptual Skills, kemampuan metal manajer dalam menganalisa dan mendiagnosa suatu situasi yang kompleks.

 Kesimpulan dan Saran :
Dalam menjalankan tugasnya, seorang manajer harus memperhatikan peran-peran yang harus dimilikinya seperti interpersonal, information, dan decisional. Selain peran, seorang manajer juga harus memiliki kemampuan- kemampuan dalam memimpin sebuah organisasi, seperti technical skills, human skills, dan conceptual skills.
Berhasil tidaknya suatu organisasi pastilah ditentukan oleh seorang manajer yang memimpinnya. Oleh karena itu, seorang manajer harus memperhatikan peran-peran dan tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas saja, tetapi juga kemampuan yang dapat menunjang keberhasilan organisasi.

Tugas Seorang Manajer

Dalam suatu organisasi, dibutuhkan seorang manajer agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Pengertian organisasi itu sendiri adalah sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Manajer adalah orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memimpin, mengelola, mengatur dan mengembangkan organisasi, serta mampu mengendalikan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Dalam organisasi dibutuhkan visi dan misi, agar organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan dengan arahan yang jelas. Organisasi memiliki subsistem yang dapat mempengaruhi jalannya suatu organisasi, yaitu people, system, technology, dan values/culture.

Apa yang dilakukan manajer?
Yang dilakukan manajer untuk mecapai suatu tujuan organisasi adalah bekerja melalui tangan orang lain. Tetapi selain itu, manajer memiliki tugas lainyya, yaitu sebagai berikut :
  1. Membuat Keputusan. Dalam penyelesaian suatu masalah, seorang manajer harus mampu membuat keputusan yang terbaik.
  2. Alokasi Resources. Manajer harus mampu mengalokasikan resources yang terdiri dari 4M yaitu Man(manusia), Machine(alat), Money(biaya), dan Material(bahan).
  3. Memberikan Arahan Pada Bawahan. Seorang manajer harus memberikan motivasi kepada bawahannya agar bekerja dengan efektif dan efisien, tetapi harus disesuaikan juga dengan kemampuan masing-masing bawahannya.


Fungsi Manajer :
  1. Plan ( Perencanaan). Perencanaan berfungsi untuk mencapai tujuan organisasi di masa yang akan datang, tetapi masa depan pasti akan berubah-ubah, untuk mengantisipasinya maka diperlukan perencanaan.
  2. Organize ( Pengorganisasian ). Membuat garis tugas dan wewenang dalam organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan mudah.
  3. Control ( Pengawasan ). Melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan  dan mengukur seberapa baik hasil yang telah dicapai oleh organisasi.
  4. Lead ( Memimpin ). Memotivasi dan mengkoordinasikan bawahannya untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi.
Kesimpulan dan Saran :

Organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam organisasi terdapat subsistem yang mempengaruhinya yaitu, people, system, technology, dan values/culture. Manajer memiliki beberapa tugas yaitu, membuat keputusan, alokasi resources, dan memberikan arahan kepada bawahannya. Manajer berfungsi untuk perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan memimpin.
Agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik maka diperlukan seseorang yang mampu memenuhi kriteria dari fungsi manajer diatas dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Minggu, 13 September 2015

ASEAN Economic Community (AEC)

Apa itu ASEAN Economic Community ?

 Tahun 2015 ini, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya sedang dihadapkan oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic
Community (AEC).
Sebenarnya apa sih AEC/MEA itu?

Secara umum, AEC adalah suatu bentuk integrasi masyarakat ASEAN dimana adanya perdaganan bebas di antara anggota-anggota Negara ASEAN yang telah di sepakati bersama oleh  Negara-negara ASEAN, dan untuk menggubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan sangat kompetitif.

Kurang lebih dua dekade yang lalu tepatnya Desember 1997 ketika KTT ASEAN yang diselenggarakan di Kota Kuala Lumpur, Malaysia disepakati adanya ASEAN Vision 2020 yang intinya menitikberatkan pada pembentukan kawasan ASEAN yang stabil, makmur, dan kompetitif dengan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata serta dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Beberapa waktu kemudian tepatnya pada bulan Oktober 2003 ketika KTT ASEAN di Bali, Indonesia menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional dikawasan Asia Tenggara yang akan diberlakukan pada tahun 2020. Namun demikian nyatanya kita mengetahui bahwa tahun 2015 ini merupakan awal tahun diberlakukannya MEA. Hal tersebut sesuai dengan Deklarasi Cebu yang merupakan salah satu hasil dari KTT ASEAN yang ke-12 pada Januari 2007. Pada KTT tersebut para pemimpin ASEAN besepakat untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas baik barang maupun jasa, investasi, tenaga kerja profesional, dan juga aliran modal (dana). Dengan adanya ini maka perdagangan yang ada di kawasan Asia Tenggara dengan mudah berjalan, tanpa adanya syarat-syarat atau pungutan yang menyulitkan. Bahkan orang Vietman bisa melamar pekerjaan di Alfamart dengan mudah layaknya warga negara indonesia. Begitu pun sebaliknya warga Indonesia bisa melamar pekerjaan di negara ASEAN dengan mudah.


Bagaimana kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA 2015?


Tantangan utama yang dihadapi pengusaha ketika memasuki era AEC adalah menciptakan produk inovatif yang berdaya saing tinggi dan didukung oleh sumber daya manusia   yang profesional, infrastruktur, teknologi dan pemerintah dalam hal menciptakan iklim usaha yang kondusif. Menurut wamen perdagangan Bayu krisnamurthi, dengan produk yang berdaya saing di tingkat dunia dan didukung oleh sumber daya manusia   profesional yang berkompeten, Indonesia  mampu bersaing dan menjadi pemain di pasar dalam negeri maupun luar negeri.  

Dalam hal ini Kementrian Perdagangan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga/kementerian terkait akan memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha dalam upaya menciptakan produk berdaya saing tinggi. Dikatakannya, diberlakukannya AEC mulai Desember 2015 bagi Indonesia bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi, hal itu merupakan peluang bagi para pelaku usaha di Indonesia berekspansi ke wilayah ASEAN tanpa adanya hambatan. Namun di sisi lain kran akan terbuka luas bagi produk luar negeri masuk ke Indonesia.
 
Terkait kesiapan menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengatakan kesiapan Indonesia baru mencapai 81 persen. Capaian  Indonesia pada fase ketiga tersebut menempati posisi ke-enam dari 10 anggota negara ASEAN.Menurut  M.S Hidayat, Indonesia harus lebih serius dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.  Dikatakan ada 3 hal penting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia, yaitu  biaya produksi di Indonesia masih lebih mahal jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Kedua yaitu permasalahan infrastruktur dan yang terakhir mengenai kesiapan Indonesia di bidang jasa.


Bagaimana Indonesia menghadapi MEA 2015?

Dalam menghadapi MEA 2015 ini, Indonesia harus memiliki dua strategi ini jika ingin memperoleh keuntungan:
  • Strategi Kedalam
  Strategi kedalam merupakan upaya-upaya yang dilakukan di dalam negeri guna menghadapi MEA, seperti penggunaan produk dalam negeri, perbaikan infrastruktur dan perbaikan sistem logistik nasional, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dan membangun industri yang berbasis nilai tambah. Sebagaimana kita ketahui, kurangnya dukungan infrastruktur, buruknya sistem transportasi/logistik, lemahnya perangkat hukum, serta  terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang kompeten merupakan hambatan utama yang dihadapi bangsa ini. Sudah lumrah kita dengar bahwa masalah infrastruktur yang buruk seringkali menyebabkan tingginya biaya produksi dan ini menyebabkan, sebagai contoh, orang lebih memilih barang-barang seperti tas, sepatu, dan pakaian yang impor dibandingkan barang lokal, sehingga barang lokal kalah bersaing di negeri sendiri.

  • Strategi Keluar
 Strategi ini meliputi penerapan standard mutu untuk produk atau jasa yang akan masuk ke pasar Indonesia, perbaikan sistem pengelolaan ekspor impor serta memperketat pengawasan ekspor impor, selain itu yang penting juga adalah memperluas akses pasar di luar negeri. Dalam hal penerapan standard mutu, kita sebenarnya sudah memiliki UU Perdagangan yang salah satunya mengatur bahwa produk yang masuk ke Indonesia harus berbahasa Indonesia dan memenuhi standard yang telah ditetapkan di Indonesia. Akan tetapi, dalam beberapa kasus kita masih sering menemukan produk-produk makanan dan obat-obatan yang belum ada label yang berbahasa Indonesia sudah bisa masuk ke pasar-pasar dalam negeri, terutama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan negara tetangga.

Kesimpulan
Menurut menteri perindustrian M.S. Hidayat, Indonesia baru mencapai 81% dalam hal kesiapan. Selain itu, Indonesia masih memiliki 3 hal penting yang menjadi masalah serius, yaitu  biaya produksi di Indonesia masih lebih mahal jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, permasalahan infrastruktur, dan yang terakhir mengenai kesiapan Indonesia di bidang jasa.

Oleh karena itu, untuk menyempurnakan kesiapan dalam menghadapi MEA/AEC ini dibutuhkan tenaga-tenaga yang lebih ahli dan produktif. Selain itu, masyarakat diharuskan untuk mulai mencintai dan menggunakan produk buatan Indonesia agar produk lokal tidak kalah saing dalam pasar. Pemerintah juga harus memperketat pengawasan produk-produk yang masuk ke Indonesia



   ------   SEMOGA BERMANFAAT    -----